free statistics

Menikah Dengan Warga Negara Asing, Ribetnya Bukan Main

Istilah “jatuh cinta tidak pandang bulu” terbukti benar adanya. Salah satunya adalah banyak warga negara asing (WNA) yang menikah dengan perempuan Indonesia. Namun begitu, rupanya banyak juga perempuan Indonesia yang memang ingin melakukan pernikahan dengan warga asing. Terlebih lagi, wajah import yang ganteng, hidung mancung, mata biru hingga kulit putih.

Banyak yang menganggap bahwa menikah dengan warga asing bisa memperbaiki keturunan. Menikah memang boleh sama siapa saja, terlebih memang kalau sudah memiliki kecocokan satu sama lainnya. Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan apabila ingin menikah dengan warga negara asing. Terlebih lagi, bagaimana mempersiapkan dokumen pernikahan dengan warga asing.

Menikah Dengan Warga Asing

 

Menikah di Indonesia harus sama agamanya

Mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim. Sedangkan hukum pernikahan di Indonesia tidak mengatur pernikahan yang berbeda agama. Pasalnya, akan terjadi kekosongan hukum. Maka banyak yang beda agama melakukan pernikahan di luar negeri. Perkawinan sesuai agama sudah diatur dalam Undang – Undang pasal 2 ayat 1.

Maka dari itu, bagi kamu yang ingin menikah di Indonesia, kedua calon mempelai harus seagama. Memang sudah banyak warga Negara asing yang berpindah agama menjadi muslim atau mualaf. Tidak jarang pula, WNI yang mengikuti dan memeluk agama lainnya. Pastinya, dalam urusan ini tidak ada pemasakan dan dilakukan sesuai kesepakatan berdua.

Kelengkapan dokumen

Jika menikah dengan warga Indonesia proses mengurusnya mungkin terbilang cukup mudah dan singkat. Namun bagi yang menikah beda negara persyaratan yang diperlukan cukup rumit dengan waktu yang panjang untuk bisa mempersiapkannya. Pasalnya proses pengurusan dilakukan oleh kedua negara pasangan. Hal ini pasti harus menjadi perhatian yang khusus sebelum mempersiapkan hal lainnya.

Baca Juga :  Toko Souvenir Yang Eksklusif Hanya Ada Di Anaria Wedding

Ada sejumlah dokumen yang harus disiapkan apabila ingin menikah dengan WNA. Dokumen tersebut terdiri dari dokumen WNI dan WNA sendiri. Untuk kelengkapan dokumen WNI, terdiri dari.

  • Surat keterangan belum menikah atau tidak menikah. Surat ini didapatkan dan ditandatangani oleh ketua RT dan RW setempat.
  • Formulir N1, N2 dan N2 yang didapatkan dari Kelurahan atau Kecamatan setelah menyerahkan surat keterangan belum menikah atau tidak menikah.
  • Formulir N3 dari KUA berisi akan persetujuan kedua calon mempelai dan harus ditandatangani oleh keduanya.
  • Fotocopy KTP.
  • Fotocopy Kartu keluarga.
  • Fotocopy akta kelahiran.
  • Bagi kamu yang anak pertama harus menyertakan buku nikah kedua orang tua.
  • Data diri yang menjadi saksi pernikahan nantinya beserta fotocopy KTP dan surat keterangan yang harus ditandatangani oleh keduanya.
  • Pasfoto berukuran 2×3 dan 4×6 masing – masing sebanyak empat lembar.
  • Perjanjian pra nikah (jika ada).
  • Bukti pembayaran PBB (Pajak Bumi Bangunan) terakhir.

Sedangkan untuk mempelai warga Negara asing, ada beberapa dokumen yang harus dipersiapkan, seperti berikut ini:

  • Surat ijin menikah yang diterbitkan oleh kedutaan asal warga Negara asing tersebut atau dikenal dengan CNI.
  • Fotocopy kartu identitas warga Negara asing.
  • Fotocopy akta kelahiran.
  • Fotocopy paspor.
  • Surat keterangan domisili warga Negara asing.
  • Pasfoto berukuran 2×3 dan 4×6 masing – masing 4 lembar.
  • Surat keterangan mualaf (bagi yang pindah agama).

Perlu diingat bahwa semua dokumen yang berbahasa asing harus diterjemahkan terlebih dahulu ke dalam bahasa Indonesia. Penerjemahnya pun juga tidak main – main, yakni penerjemah yang telah disumpah.

Pengurusan CNI oleh WNA

Dalam mendapatkan CNI (Certificate of No Impediment) juga bukan perkara yang mudah. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan surat ijin menikah dari kedutaan asing ini, di antaranya.

  • Fotocopy kartu identitas WNA.
  • Akta kelahiran yang asli dan terbaru.
  • Fotocopy paspor.
  • Formulir pernikahan dari kedutaan WNA.
  • Surat keterangan domisili WNA.
Baca Juga :  Aneka Produk Khas Surabaya yang Bisa Diolah Jadi Souvenir Pernikahan Hingga Kelahiran

Untuk mendapatkan CNI juga bukan waktu yang singkat. Walaupun, kamu sudah memenuhi syarat yang dibutuhkan, CNI tidak bisa langsung menerbitkannya. Beberapa Negara memiliki prosedurnya masing – masing. Pemohon biasanya harus menunggu selama beberapa bulan, dua hingga tiga bulan.

Pasalnya, data pemohon akan diumumkan terlebih dahulu. Apabila selama dua bulan tersebut tidak terjadi masalah atau komplain, maka kedutaan akan menerbitkan CNI. Oleh karena itu, lebih baik mengurusnya jauh – jauh hari.

Dokumen WNI untuk kedutaan asing

Tidak hanya menyerahkan berkas pada KUA saja, ada beberapa berkas yang juga harus diserahkan pada kedutaan Asing. Adapun beberapa dokumen yang diperlukan, yakni

  • Akta kelahiran asli dan fotocopy.
  • Fotocopy formulir N1, N2 dan N4 dari Kelurahan
  • Fotocopy KTP
  • Fotocopy janji pranikah (jika ada)

Perlu diingat untuk dokumen asli Cuma ditunjukan saja, apabila diminta oleh pihak kedutaan. Apabila sudah masuk, pihak kedutaan tidak akan menyerahkan berkas yang sudah masuk.

Prosedur pengurusan menikah dengan warga Negara asing

Apabila dokumen yang diperlukan di atas sudah dilengkapi, maka diserahkan pada pegawai pencatatan pernikahan. Kemudian, kamu akan diberi surat keterangan yang berisi bahwa berkas kedua calon mempelai sudah lengkap dan memenuhi syarat sesuai dengan Undang – Undang yang berlaku.

Bagi yang beragama islam bisa mendapatkan surat keterangan tersebut langsung dari KUA. Sedangkan yang non-muslim bisa mendapatkan pada kantor catatan sipil. Langkah selanjutnya adalah pengumuman akan pernikahan. Pengumuman tersebut akan dipajang pada tempat lainnya agar masyarakat mengetahuinya.

Apabila terjadi penolakan dan kamu tidak mendapatkan suratnya, maka kamu bisa melaporkan pada pengadilan atas penolakan yang tidak beralasan. Namun setelah 10 hari sejak pengumuman dikeluarkan dan tidak ada kendala, maka pernikahan bisa dilanjutkan dengan prosesi adat dan agama yang diyakini oleh seluruh pihak. Pernikahan harus berlangsung dihadapan pegawai pencatat perkawinan dan dua orang saksi.

Baca Juga :  Souvenir Promosi Surabaya Solusi Merchandise Perusahaan

Terima kasih telah mengunjungi dan membaca artikel kami (jangan lupa cek juga katalog produk souvenir kami) dan bagi Anda yang sedang merancang persiapan pernikahan, dapatkan berbagai kebutuhan undangan pernikahan, mahar, seserahan, souvenir dan kebutuhan lainnya bisa anda temukan di web kami di souvenirnikah.co.id

Chat Dengan Kami ?